Ramdani Lestaluhu perihal Ramadan Th. Ini

Ramdani Lestaluhu perihal Ramadan Th. Ini

Ramdani Lestaluhu perihal Ramadan Th. Ini

Agen Royal Keno, Jakarta – Ada saja hikmah yang dapat dirasa pesepakbola Indonesia di saat vakum seperti sekarang ini. Apa sajakah yang disibakkan Ramdani Lestaluhu di bln. Ramadan th. ini.

Detiksport berbincang-bincang dengan Dani waktu didapati di acara Footballicious Sharing berbarengan anak-anak dari suatu Panti Bimbingan di Jakarta di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2015) malam.

” Suka terasa dapat turut sharing dengan anak-anak ini. Saya rasa ini aktivitas yang positif sekali, baik buat anak-anak itu ataupun buat saya dengan cara pribadi, lantaran kita tidak bisa berhenti bersukur pada Allah atas semua yang sudah Dia kasih buat kita, ” papar Dani.

Terkecuali dia, ada juga Raphael Maitimo dalam acara itu. Terkecuali berbuka puasa berbarengan, mereka juga berikan bingkisan pada anak-anak itu, berbentuk paket dari Adidas, dan bermain futsal berbarengan pesepakbola cilik Tristan Alif.

” Jujur, bila di tanya apakah saya pribadi yang religius, saya katakan ‘belum’. Namun di bln. Ramadan th. ini saya terasa mempunyai saat semakin banyak untuk mulai lebih mendekatkan diri pada Yang Mahakuasa, ” lebih pemain timnas U-23 itu.

Dani juga menceritakan sedikit masa lalu saat kecilnya di tanah kelahirannya, Tulehu, Maluku, setiap saat datang bln. suci Ramadan.

” Paling suka itu tiap-tiap habis buka, kita sama rekan-rekan tarawih bareng di masjid, main sabet-sabetan kain sarung, hahaha, ” ucapnya sembari tertawa.

” Terkadang kita main bola tengah malam, sembari nunggu sahur, ” imbuhnya.

Sekarang ini Dani tinggal berbarengan istrinya, yang dinikahinya pada Januari lantas, di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan. Meskipun sampai kini mempunyai kebiasaan pulang kampung, namun th. ini Dani tak dapat mengerjakannya.

” Soalnya istri saya kerja hingga H-2 Lebaran. Masuknya juga sama dengan beberapa orang kantoran di Jakarta. Jadi th. ini saya tak mudik, terus di Jakarta. Agak sedih juga sih lantaran tak dapat kumpul sama keluarga besar. Namun kebetulan ibu saya juga tengah dibawa Saudara saya ke Ternate. ”

Ada satu kebiasaan lain buat Dani setiap saat mudik ke Tulehu. Dia katakan, umumnya sore di hari Idul Fitri, di kampungnya diselenggarakan kompetisi sepakbola.

” Di situ memanglah jadi peluang bersua kawan-kawan lama. Kami main bola bareng, bertukar cerita keduanya. Seru lah pokoknya, ” ungkap pemain kelahiran 5 November 1991 itu.

Dani tidak lupa keluarkan unek-unek sekitar vakumnya pertandingan sepakbola sekarang ini. Dia mengharapkan, situasi seperti ini tak dilewatkan terlampau lama. Karena, terkecuali menyangkut mata pencarian pemain, berkompetisi sangatlah dibutuhkan buat mereka agar keadaan fisik ataupun skill tak alami penurunan.

” Maka dari itu saya terus latihan sendiri. Pokoknya mesti jagalah keadaan. Sepanjang Ramadan ini saya umumnya latihan di Ragunan. Sore ya, bukanlah pagi, lantaran ‘kan terus puasa, hehehe. ”

Sama dengan banyak pemain lain, Dani tak menolak bila ada tawaran berlaga juga sebagai pemain ” cabutan ” termasuk juga untuk kompetisi ” tarkam “.

” Buat saya tidak jadi masalah. Menurut saya, tarkam itu juga adalah salah satu kekhasan sepakbola Indonesia. Namun saya juga tak asal-asalan. Umumnya saya bertanya dahulu siapa-siapa yang main, apa ada rekan-rekan dari ISL, atau keadaan lapangannya bagaimanakah. ”

Baca Juga : Akademi Barcelona Tidak diterima di Denmark

Terlebih, tuturnya, duit tampak dari kompetisi tarkam itu dirasa lumayan untuk sebatas bikin dapur terus ngebul.

” Namun sekali lagi, saya serta rekan-rekan mengharapkan keadaan seperti ini tak dilewatkan berlama-lama. Pertandingan mesti kembali digelindingkan, untuk pemain serta sepakbola tersebut, ” simpulnya.